Kamis, 24 Juli 2008

Seminar Untuk Orang Tua Murid

Hadiri Seminar Untuk Orang Tua Murid
Tema " Mengenal Perkembangan Anak dan Permasalahan Di Baliknya"
Hari/Tanggal : Sabtu/26 Juli 2008
Waktu : 08.00 - 09.30
Tempat : KB/TK EFATA Vila Melati Mas, Serpong, Tangerang
Pembicara : Dr.Andri,SpKJ (Psikiater Keminatan Psikosomatik)

Senin, 21 Juli 2008

Siaran Radio Tentang Psikosomatik

WOMEN RADIO 94,3 FM
Rabu, 23 Juli 2008 Jam : 14.00-15.00
Topik : Gangguan Citra Tubuh
Narasumber : dr.Andri,SpKJ (Psikiater Keminatan Psikosomatik)

Sabtu, 19 Juli 2008

Pasien Miskin Ditolak RSCM, Benarkah ?

Pasien miskin di tolak RSCM. Berita ini ramai dibicarakan beberapa hari belakangan ini. Pasien miskin yang katanya mencapai puluhan pasien itu akhirnya harus menginap di kantor Lembaga Bantuan Hukum yang memang letaknya berdekatan dengan RSCM. Berita ini kemudian menimbulkan suatu polemik yang selalu ada bila berkaitan dengan pasien miskin. Mampukah sebenarnya pemerintah lewat RS yang dipunyainya memberikan pelayanan kepada pasien miskin. Jawabannya tergantung dari sistem yang digunakan oleh pemerintah itu.
Sebagai seorang yang pernah bekerja selama 7 tahun bekerja di RSCM, baik sebagai Ko asisten saat menjalani pendidikan dokter umum dan saat menjadi residen ilmu kedokteran jiwa di tempat yang sama, saya memahami benar apa yang terjadi di RSCM berkaitan dengan pasien miskin. Sebagai garda terdepan pelayanan ke pasien, saya dan teman-teman sejawat sering mendapati kasus-kasus rujukan dari RS daerah lain yang kebetulan juga miskin.
Permasalahan menjadi rumit ketika pengiriman pasien itu tanpa menanyakan terlebih dahulu ke RSCM akan adanya tempat tersedia di bangsal RSCM. Di lain pihak, pemerintah lewat Depkes mengatakan kalau RSCM tidak boleh menolak pasien. Lalu kalau kapasitasnya memang tidak ada , mau dirawat di mana pasien tersebut?
Kita harusnya mengetahui kalau RS manapun mempunyai kapasitas maksimal yang dapat ditempati. Hal ini juga berlaku bagi RSCM. Satu hal yang membebani adalah keharusan menerima pasien itu, apalagi pasien rujukan dari daerah yang kurang spesialisasinya. Tapi ada juga rujukan yang disebabkan karena pasien adalah pasien miskin. RS lain tidak mau menerimanya dan RSCM memang terkenal sebagai RS Pusat Rujukan Nasional Untuk Orang Miskin. Satu yang perlu digarisbawahi adalah bahwa RSCM juga punya kapasitas maksimal. Sehingga ketika sekarang ini dengan pembongkaran ruang rawat lama (IRNA A dan IRNA B) kapasitas rawat akan berkurang, walaupun ada Public Wing yang baru saja diresmikan. Itu pula yang membuat akhirnya pasien seolah tidak terima oleh RSCM. Sebenarnya bukan tidak diterima tapi tidak bisa diterima karena tidak ada tempat untuk menampungnya.
Saran saya untuk ke depan adalah pemerintah harus memperkuat sistem rujukan terutama untuk RS Daerah tipe B dan C. Jangan semua pasien dikirim ke RSCM. Kita harus kembali ke definisi awal didirikannya RSCM sebagai RS Umum Pusat Rujukan Nasional. Jadi kalau memang masih bisa dilakukan di RS tipe B dan C yah tolong dilakukan di sana perawatannya. Bila memang RS Daerah itu tersebut kekurangan tenaga, saya rasa itu bisa diusahakan dengan penambahan tenaga dokter spesialis yang lebih banyak lagi di daerah.
Semoga berita RSCM TOLAK PASIEN MISKIN tidak akan ada lagi di kemudian hari.

Rabu, 16 Juli 2008

Siaran Radio Tentang Psikosomatik

Bulan Juli ini adalah Bulan Psikosomatik di Radio. Dalam jangka satu bulan ini, saya telah ON AIR di dua radio yaitu Heartline FM dan I RADIO.
Senang sekali bisa diundang oleh mereka tanpa membawa nama RS. Ini berarti mereka sudah mulai tertarik dengan isu Kesehatan Jiwa dan Psikosomatik, karena saya diundang bukan karena membeli Slot Waktu Siar tapi sebagai Ahli di bidang Psikosomatik.
Semoga dengan ini masyarakat semakin mengerti tentang Gangguan Psikosomatik dan bagaimana menanganinya.

Jumat, 11 Juli 2008

Seminar Presentation


I was giving a free paper presentation "The Source of Anger,Combining Psychotherapy with Psychopharmacology" APAP Meeting 2008, Jakarta







Kesehatan Jiwa Milik Semua

Setiap orang berhak untuk mendapatkan kesehatan. Itu merupakan suatu hak asasi yang paling mendasar. Hanya saja kecenderungan manusia untuk memperhatikan fisiknya mempengaruhi dia untuk berpikir tentang kesehatan jiwanya. Padahal kesehatan fisik dan jiwa merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan.
Ilmu kedokteran sebenarnya telah lama mengaplikasikan hal ini ke dalam suatu bidang ilmu yang disebut Psikosomatik. Hanya saja perkembangannya kemudian tidak berjalan sebagaimana seharusnya terutama di Indonesia.
Untuk hal itu anda seharusnya jangan takut bila berkunjung ke dokter ahli kesehatan jiwa atau psikiater. Pengalaman saya di praktek mempunyai pasien dari berbagai kalangan bukan hanya pasien "Gila" yang sebenarnya salah kaprah penyebutannya.
Kesehatan jiwa adalah hal yang sangat penting dalam kualitas hidup manusia. Sehingga seharusnyalah anda ikut menjaganya dengan baik

Kamis, 10 Juli 2008

Acara Seminar Awam

Seminar Awam untuk Ibu dan Bapak
Tema "Mengenali Perkembangan Anak dan Permasalahannya"
Hari/Tanggal : Sabtu/ 26 Juli 2008
Jam : 08.00-10.00 wib
Tempat : KB/TK EFATA, Vila Melati Mas
Pembicara : dr.Andri,SpKJ ( Dokter di Klinik Kesehatan Jiwa dan Psikosomatik RS Global Medika )